Tentang kepedulian

Saya terpaku pada judul ini, pada sebuah majalah saat pernebangan pertama saya di tahun 2012 untuk meninggalkan tanah papua, judul ini menarik perhatian saya karena mengawali tahun 2012 ini beberapa hal sangat mengganggu pikiran saya, berkaitan dengan kepedulian kita terhadap sesama.
Saat ini kita diperhadapkan pada ancaman serius di depan kita ? bahaya perubahan iklim yang dampaknya saat ini cukup terasa, mulai dari banjir, yang berdampak pada gagal panen sejumlah petani di Indoinesia , mungkin hal ini hanya berita , yang bagi beberapa pihak tidaklah penting . Tetapi menurut saya beberapa kebijakan Pemerintah perlu mendapat perhatian dari kita, tetapi perlu di kritisi ketika hal itu tidak memberikan manfaat postif.
Beberapa waktu lalu , beberapa harian lokal  di Papua ini memberitakan penebangan pohon kelapa di Kabupaten Merauke, karena banyak masyarakat membuat Minuman Lokal (Milo) dari pohon kelapa, dan ini membuat pihak berwajib merasa perlu mengurangi produksi minuman local dengan menebang pohon kelapa menurut pendapat pribadi saya, BETUL , mereka peduli,…tetapi sayangnya mereka keliru dalam implementasinya.
Disatu sisi , dunia sedang berupaya mengatasi krisis perubahan iklim, sementara di Merauke pohon kelapa ditebang sampai 100 pohon, ini hal yang perlu mendapat perhatian semua pihak.
Tetapi menariknya , hari ini distatus seorang Facebookers di papua, mengkritisi kebijakan walikota tentang target pencapaian ardipura, yang akhirnya merugikan beberapa pedagang lokal , terutama masyarakat ekonomi lemah yang di tekuni para mama – mama papua.
Bagi saya pribadi, Target Ardipura adalah hal positif, tetapi yang terpenting “ Bersih dan Hijau “ tanpa merusak lingkungan, dengan membabat habis pohon di sekitar jalan yang memberikan pemandangan hijau di Kota Jayapura, terutama jangan sampai mengorbankan pihak lain, tetapi memberikan manfaat bagi semua pihak.
Kembali pada “ Kepedulian “, mungkin bagi seorang ayah atau ibu, sebelum kita berbicara tentang kepedulian , sebuah pertanyaan kritis buat kita adalah seberapa peduli kita terhadap anak kita, ketika ia bertanya dan kita sedang sibuk “ mungkin kita akan menjawab “ Ibu atau Ayah ( Bapa /Mama) “ SIBUK” pergi sana, tanpa menoleh sedikitpun padanya, ini sangat sederhana tetapi serius ketika kita berbicara dalam konteks yang lebih luas, untuk bisa peduli…usahakan dari dalam keluarga kita, luangkan waktu, dan pandangan anda/tatapan mata, serta berikan telinga anda dengan bahasa tubuh  pada anak kita, maka ia akan merasa di sayangi, tetapi dari perilaku ini akan memberikan kita manfaat positif untuk peduli pada lingkungan kerja atau siapapun yang membutuhkan kita, tanpa mengatakan “ sibuk”.
Hari – hari ini, banyak pejabat disibukan hingga melupakan anak nya sendiri, belum lagi seorang ibu yang karena tuntutan gender atau karier bahkan mengorbankan  waktu belajar bersama anaknya, ini mengindikasikan bagaimana ia akan peduli dengan sesamanya, jika di keluarganya ia tidak mulai peduli dengan anggota keluarganya,….semoga kepedulian itu penting, tetapi dimulai dari dalam keluarga anda, have a nice ( ilustrasi : clipartoday.com)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 149 pengikut lainnya.