catatan harian

GOD is Good

Tetap semangat Dik !!!!

sebuah pesan di inbox hp saya ” Kak, titip doa ..ya, saya lagi persiapan ujian ” , ohh…terima kasih akhirnya sampai juga kau dik, tentu saya menjadi teringat masa kuliah program diploma 3 , dahulu , lalu S1 dan tentu juga S2 yang penuh dengan liku – liku cerita,….

saya ” reply “  pesan singkat dan sent ” masuk di no hpnya ” pesan sederhana ” tetap semangat “, proses ini akan menyita banyak waktu kita, tenaga, pikiran waktu dan tentu biaya, tetapi semuanya akan memberikan manfaat kepada kita, bahwa kita bukan lahir dari sebuah proses yang ” instant” , kita butuh banyak waktu untuk belajar , dan terus belajar, proses ini akan memberikan kita manfaat positif ketika kita berada di dunai kerja, atau kita di perhadapkan pada sebuah ” pekerjaan”, kualitas pekerjaan itu akan menunjukkan sejauh mana kita memahami pekerjaan tersebut.

Bagaimana pengalaman anda ? tentu akan memberikan ” kesan tersendiri bagai anda “, kita harus bolak-balik bertemu ” Sang Dosen, kita harus siap menerima kritik, atau masukan, itulah ” kenangan yang akan memberikan kita arti dari sebuah perjuangan, belajar dan terus belajar tidak hanya harus di kampus atau di lembaga pendidikan, tetapi dimanapun kita berada, kita harus tetap terus belajar……..Semoga cerita kita tidak pernah berakhir untuk terus belajar……..

Tentang kepedulian

Saya terpaku pada judul ini, pada sebuah majalah saat pernebangan pertama saya di tahun 2012 untuk meninggalkan tanah papua, judul ini menarik perhatian saya karena mengawali tahun 2012 ini beberapa hal sangat mengganggu pikiran saya, berkaitan dengan kepedulian kita terhadap sesama.
Saat ini kita diperhadapkan pada ancaman serius di depan kita ? bahaya perubahan iklim yang dampaknya saat ini cukup terasa, mulai dari banjir, yang berdampak pada gagal panen sejumlah petani di Indoinesia , mungkin hal ini hanya berita , yang bagi beberapa pihak tidaklah penting . Tetapi menurut saya beberapa kebijakan Pemerintah perlu mendapat perhatian dari kita, tetapi perlu di kritisi ketika hal itu tidak memberikan manfaat postif.
Beberapa waktu lalu , beberapa harian lokal  di Papua ini memberitakan penebangan pohon kelapa di Kabupaten Merauke, karena banyak masyarakat membuat Minuman Lokal (Milo) dari pohon kelapa, dan ini membuat pihak berwajib merasa perlu mengurangi produksi minuman local dengan menebang pohon kelapa menurut pendapat pribadi saya, BETUL , mereka peduli,…tetapi sayangnya mereka keliru dalam implementasinya.
Disatu sisi , dunia sedang berupaya mengatasi krisis perubahan iklim, sementara di Merauke pohon kelapa ditebang sampai 100 pohon, ini hal yang perlu mendapat perhatian semua pihak.
Tetapi menariknya , hari ini distatus seorang Facebookers di papua, mengkritisi kebijakan walikota tentang target pencapaian ardipura, yang akhirnya merugikan beberapa pedagang lokal , terutama masyarakat ekonomi lemah yang di tekuni para mama – mama papua.
Bagi saya pribadi, Target Ardipura adalah hal positif, tetapi yang terpenting “ Bersih dan Hijau “ tanpa merusak lingkungan, dengan membabat habis pohon di sekitar jalan yang memberikan pemandangan hijau di Kota Jayapura, terutama jangan sampai mengorbankan pihak lain, tetapi memberikan manfaat bagi semua pihak.
Kembali pada “ Kepedulian “, mungkin bagi seorang ayah atau ibu, sebelum kita berbicara tentang kepedulian , sebuah pertanyaan kritis buat kita adalah seberapa peduli kita terhadap anak kita, ketika ia bertanya dan kita sedang sibuk “ mungkin kita akan menjawab “ Ibu atau Ayah ( Bapa /Mama) “ SIBUK” pergi sana, tanpa menoleh sedikitpun padanya, ini sangat sederhana tetapi serius ketika kita berbicara dalam konteks yang lebih luas, untuk bisa peduli…usahakan dari dalam keluarga kita, luangkan waktu, dan pandangan anda/tatapan mata, serta berikan telinga anda dengan bahasa tubuh  pada anak kita, maka ia akan merasa di sayangi, tetapi dari perilaku ini akan memberikan kita manfaat positif untuk peduli pada lingkungan kerja atau siapapun yang membutuhkan kita, tanpa mengatakan “ sibuk”.
Hari – hari ini, banyak pejabat disibukan hingga melupakan anak nya sendiri, belum lagi seorang ibu yang karena tuntutan gender atau karier bahkan mengorbankan  waktu belajar bersama anaknya, ini mengindikasikan bagaimana ia akan peduli dengan sesamanya, jika di keluarganya ia tidak mulai peduli dengan anggota keluarganya,….semoga kepedulian itu penting, tetapi dimulai dari dalam keluarga anda, have a nice ( ilustrasi : clipartoday.com)

Memahami “The Cashflow Quadrant” karya Robert Kiyosaki

Robert T Kiyosaki adalah penulis buku Rich Dad Poor Dad, dan The Cash Flow Quadrant yang menjadi best seller di seluruh dunia. Karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan menjadi panduan penting bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha dan investor.

“Banyak orang bergumul dengan kesulitan finansial, yang sebenarnya disebabkan mereka bertahun-tahun sekolah tapi tidak belajar apapun tentang uang. Hasilnya, orang bekerja untuk mendapatkan uang, dan tak pernah belajar bagaimana memiliki uang yang bekerja untuk mereka,”demikian ujar Robert dalam buku Rich Dad Poor Dad.

Robert adalah generasi keempat keturunan Amerika Jepang, yang lahir di besarkan di Hawaii. Ia berasal dari keluarga pendidik yang terkenal. Ayahnya seorang kepala Pendidikan untuk negara bagian Hawaii. Selepas SMU, Robert melanjutkan pendidikannya di New York dan setelah lulus, ia bergabung dengan US marine Corp dan pergi ke Vietnam sebagai perwira dan pilot helikopter yang bersenjata. Sekembalinya dari perang, karier bisnis Robert dimulai. Tahun 1977 dia mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi dompet surfer dari velcro dan nilon yang pertama ada di pasaran, dan berkembang menjadi bisnis yang menghasilkan jutaan dollar.

Tahun 1985 ia mendirikan sebuah perusahaan pendidikan internasional yang beroperasi di tujuh negara, mengajarkan bisnis dan investasi kepada puluhan ribu orang.

Pada umur 47 tahun Robert melakukan sesuatu yang paling ia sukai, berinvestasi. Bisnis Robert adalah real estate dan mengembangkan perusahaan-perusahaan kecil. Namun gairah sejatinya adalah mengajar. Dia diakui sebagai pembicara hebat tentang pendidikan finansial dan tren ekonomi. Karyanya telah mengubah dan memberi inspirasi kepada jutaan orang di seluruh dunia.

Pesan Rober sangat jelas,”bertanggungjawablah atas keuangan anda atau hanya menerima nasib sepanjang hidup anda. Anda menjadi tuan atas uang atau budak uang. Terserah anda memilihnya.”

Berulang kali, dalam ceramah maupun dalam bukunya, Robert selalu mengajarkan agar kita jangan bekerja untuk mencari uang, tapi berusahalah agar uang bekerja untuk kita. Bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad maupun The Cashflow Quadrant dengan penuh semangat dan dengan cara yang mudah dipahami, ia mengajarkan bermacam kiat agar kita menjadi kaya, dalam arti uang bekerja untuk kita, bukan kita bekerja untuk uang.

Casflow Quadrant

Karya Robert yang paling dikenal adalah membagi kategori hidup orang berdasarkan sumber penghasilan ke dalam 4 kuadran, yakni kuadran I E (employee/pegawai), Kuadran II S (Self Employed/pekerja lepas), Kuadran III B (business Owner/pemilik usaha), dan kuadran IV I (Investor/penanam modal).

Robert mengatakan, kebanyakan dari kita berpotensi memperoleh penghasilan dari keempat kuadran. Contoh kasus seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit dengan jabatan direktur, memiliki klinik spesialis anak, dan punya usaha perkebunan. Sebagai direktur rumah sakit, sang dokter ada di kuadran I (E), namun sebagai seorang ahli penyakit anak, ia bertindak sebagai self employed (S). Ia juga memiliki usaha perkebunan, yang berarti seorang business owner (B). Bisa jadi dokter itu juga melakukan investasi di sektor properti atau yang lainnya yang berarti masuk ketagori kuadran IV.

Nah sang dokter adalah orang yang lengkap hidupnya karena mengalami hidup dalam kuadran I-IV.

Pesan-Pesan Ayah kaya

Jadi sebenarnya kita diberi ajaran 4 kuadran, untuk memilih salah satu atau bisa juga semuanya. Robert memang menganggap kuadran E sebagai yang paling miskin, dan Investor menjadi paling kaya.

Dalam bukunya yang terkenal itu Robert menggambarkan dirinya sebagai seorang yang lahir dari keluarga pegawai yang menghendaki Robert supaya belajar tekun bekerja di perusahaan atau pemerintah dan mendapat gaji baik dan sejumlah tunjangan dan uang pensiun. Sementara ia mengenal seorang teman yang sangat dekat dan ayahnya seorang kaya raya dan dermawan.

Ayah kaya (Rich Dad) itulah yang menarik perhatian Robert, hingga ia bisa belajar bagaimana mendapatkan kekayaan dengan cara yang cerdas. Dalam uraiannya, ayah kaya adalah seorang investor yang mengajarkan kepada Robert bagaimana menjadikan uang bekerja untuk robert.

Robert akhirnya memang benar-benar berhasil menjadi seorang yang kaya dengan menjadi investor.

Buku Ricd Dad maupun The Cashflow Quadrant menjanjikan kepada pembaca bahwa untuk menjadi kaya, seorang harus pindah dari kuadran kiri yakni seorang E dan S menjadi B atau I.

Seorang pekerja adalah seorang yang sangat tergantung kepada perusahaan. Hidupnya kelihatan enak, tapi sesungguhnya sangat beresiko. Seorang S bisa bekerja sendiri, masalahnya ia akan sangat tergantung kepada keahliannya.

Contohnya seorang dokter buka praktek. Ia bekerja siang malam melayani pasien karena banyaknya pasien di wilayahnya. Ia sangat terkenal di seluruh kota. Masalahnya ketika ia berlibur ia tidak bisa mendapatkan apa-apa.

Sementara jika kita hidup di kuadran kanan, baik sebagai pemilik bisnis maupun investor, ia bisa meninggalkan kantor dengan enak karena sistem bisnis berjalan dengan sendirinya.

Seorang E bekerja, seorang S memiliki pekerjaan sendiri, seorang B memiliki sistem dan orang-orang yang bekerja, dan seorang I menjadikan uang bekerja untuk dirinya.

Dalam sebuah perkembangan negara jumlah orang yang hidup di kuadran I-IV jumlahnya harus seimbang sehingga semua orang bisa hidup, baik sebagai pekerja, profesional, pemilik bisnis maupun investor.

Di Indonesia, kebanyakan orang mau hidup di kuadran I, sementara di kuadran III dan IV sangat sedikit, itulah sebabnya pengangguran ada dimana mana. Berbahagialah anda yang kini sudah hidup di kuadran III (sebagai business owner) dan IV (sebagai investor).

Bambang Suharno

Sumber :  http://komunitaswirausaha.net/2010/04/memahami-%E2%80%9Cthe-cashflow-quadrant%E2%80%9D-karya-robert-kiyosaki/

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.